Kebijakan Penggunaan AI

JANAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Krempyang Nganjuk, berkomitmen menjaga integritas akademik, orisinalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses publikasi.

JANAKA memperbolehkan penggunaan kecerdasan artifisial generatif (AI generatif), seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan teknologi sejenis, sebagai alat bantu akademik secara terbatas dan bertanggung jawab. Penggunaan AI tidak boleh menggantikan kontribusi intelektual, penilaian kritis, maupun tanggung jawab akademik manusia.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh penulis, reviewer, dan editor serta disusun dengan mengacu pada praktik kebijakan AI generatif pada jurnal ilmiah, termasuk pedoman Elsevier dan prinsip etika publikasi Committee on Publication Ethics (COPE).

Penggunaan AI Generatif oleh Penulis

AI generatif dapat digunakan untuk membantu:

  • penyuntingan tata bahasa dan keterbacaan;
  • penerjemahan;
  • penataan struktur tulisan; dan
  • penelusuran awal literatur.

Penggunaan AI wajib memenuhi ketentuan berikut:

  1. Pengungkapan penggunaan AI
    Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI generatif dalam naskah dengan mencantumkan nama perangkat/model, tujuan penggunaan, dan bentuk kontribusinya. Pernyataan dicantumkan pada bagian khusus sebelum daftar pustaka. Jika AI digunakan dalam metode atau analisis data, penggunaannya juga harus dijelaskan pada bagian Metode Kegiatan.
  2. AI bukan penulis
    AI generatif tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau co-author. Seluruh tanggung jawab atas keaslian, isi, dan integritas artikel berada pada penulis manusia.
  3. Batasan penggunaan
    AI tidak boleh digunakan untuk:
  • membuat, merekayasa, atau memalsukan data;
  • menghasilkan data wawancara, observasi, survei, atau testimoni yang tidak benar-benar diperoleh;
  • menciptakan kegiatan, peserta, capaian, atau dampak pengabdian yang tidak terjadi;
  • membuat referensi atau kutipan fiktif;
  • menggantikan seluruh proses analisis, interpretasi, atau penarikan kesimpulan tanpa verifikasi dan keterlibatan penulis; atau
  • menghasilkan substansi artikel tanpa kontribusi intelektual yang nyata dari penulis.

Penulis wajib memastikan seluruh informasi, analisis, dan kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Penggunaan AI dalam Pelaksanaan dan Pelaporan Pengabdian

AI dapat digunakan dalam perencanaan program, penyusunan bahan edukasi, pengembangan instrumen, pengolahan data, atau evaluasi kegiatan, dengan tetap berada di bawah pengawasan pelaksana dan diungkapkan secara transparan.

Penulis wajib memastikan bahwa:

  • seluruh kegiatan yang dilaporkan benar-benar dilaksanakan;
  • data, observasi, dokumentasi, dan evaluasi berasal dari kegiatan nyata dan dapat diverifikasi;
  • penggunaan AI dalam pengolahan atau analisis data dijelaskan dalam metode dan tidak menggantikan penilaian kritis penulis;
  • identitas dan data pribadi peserta serta mitra dilindungi;
  • foto, gambar, grafik, dan dokumentasi tidak dimanipulasi sehingga memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ilustrasi atau diagram konseptual yang dibuat dengan AI diperbolehkan dengan pengungkapan yang jelas, tetapi tidak boleh digunakan sebagai bukti dokumentasi kegiatan yang sebenarnya.

Penggunaan AI oleh Reviewer dan Editor

  1. Kerahasiaan naskah
    Reviewer dan editor wajib menjaga kerahasiaan naskah. Naskah yang belum dipublikasikan tidak boleh diunggah ke layanan AI generatif yang tidak menjamin keamanan dan kerahasiaan data.
  2. Tanggung jawab penilaian
    AI tidak boleh menggantikan penilaian kritis reviewer terhadap kebaruan, metode, kualitas pelaksanaan pengabdian, validitas hasil, dan kontribusi artikel.

Editor dapat menggunakan AI untuk tugas administratif atau teknis, seperti pemeriksaan bahasa dan format, selama kerahasiaan data terjamin. Keputusan penerimaan, revisi, atau penolakan artikel tetap menjadi tanggung jawab Dewan Editor JANAKA.

Akurasi, Orisinalitas, dan Integritas Akademik

Setiap penggunaan AI wajib memperhatikan:

  • Akurasi: informasi yang dihasilkan AI harus diperiksa dan diverifikasi.
  • Orisinalitas: AI tidak boleh digunakan untuk melakukan plagiarisme atau mengambil gagasan pihak lain tanpa atribusi.
  • Validitas referensi: seluruh referensi yang dihasilkan atau disarankan AI harus diperiksa keberadaan dan kesesuaiannya dengan sumber asli.
  • Perlindungan data: penggunaan AI harus menghormati privasi dan kerahasiaan data.
  • Tanggung jawab: penulis tetap bertanggung jawab penuh atas seluruh isi artikel, termasuk bagian yang dibuat dengan bantuan AI.

Pernyataan Penggunaan AI

Penulis yang menggunakan AI generatif wajib mencantumkan pernyataan penggunaan AI secara jelas.

Contoh:

Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI Disclosure Statement)
Dalam proses penyusunan artikel ini, penulis menggunakan [nama perangkat AI dan versi/model] untuk membantu [tujuan penggunaan]. Seluruh hasil penggunaan AI telah diperiksa, diverifikasi, dan disunting kembali oleh penulis. Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas keaslian, akurasi, validitas data, analisis, dan keseluruhan substansi artikel.

Jika tidak menggunakan AI generatif, penulis tidak wajib mencantumkan pernyataan tersebut.

Pemeriksaan ejaan atau tata bahasa menggunakan perangkat lunak konvensional yang tidak menghasilkan konten substantif tidak termasuk penggunaan AI generatif yang wajib diungkapkan.

Pemeriksaan dan Penegakan Kebijakan

Dewan Editor JANAKA dapat meminta penjelasan mengenai penggunaan AI, termasuk perangkat yang digunakan, tujuan penggunaan, dan proses verifikasinya.

Pelanggaran kebijakan dapat ditindak sesuai tingkat pelanggaran, antara lain:

  • permintaan perbaikan naskah;
  • penolakan artikel; atau
  • tindakan korektif setelah publikasi, termasuk pencabutan artikel untuk pelanggaran etika yang serius.

Alat pendeteksi AI tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar penetapan pelanggaran. Keputusan harus mempertimbangkan pemeriksaan editorial, bukti yang tersedia, dan klarifikasi dari penulis.

Peninjauan dan Pembaruan Kebijakan

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen JANAKA untuk menjaga mutu publikasi dan mendorong penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Dewan Editor dapat meninjau dan memperbarui kebijakan secara berkala sesuai perkembangan teknologi, praktik publikasi ilmiah, serta pedoman etika akademik nasional dan internasional.

Kebijakan ini berlaku sejak ditetapkan oleh Dewan Editor JANAKA dan dipublikasikan pada laman jurnal.