__:: MENU UTAMA ::__

Indexed by

JANAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Krempyang Nganjuk, berkomitmen menjaga integritas akademik, orisinalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses publikasi.
JANAKA memperbolehkan penggunaan kecerdasan artifisial generatif (AI generatif), seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan teknologi sejenis, sebagai alat bantu akademik secara terbatas dan bertanggung jawab. Penggunaan AI tidak boleh menggantikan kontribusi intelektual, penilaian kritis, maupun tanggung jawab akademik manusia.
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh penulis, reviewer, dan editor serta disusun dengan mengacu pada praktik kebijakan AI generatif pada jurnal ilmiah, termasuk pedoman Elsevier dan prinsip etika publikasi Committee on Publication Ethics (COPE).
Penggunaan AI Generatif oleh Penulis
AI generatif dapat digunakan untuk membantu:
Penggunaan AI wajib memenuhi ketentuan berikut:
Penulis wajib memastikan seluruh informasi, analisis, dan kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Penggunaan AI dalam Pelaksanaan dan Pelaporan Pengabdian
AI dapat digunakan dalam perencanaan program, penyusunan bahan edukasi, pengembangan instrumen, pengolahan data, atau evaluasi kegiatan, dengan tetap berada di bawah pengawasan pelaksana dan diungkapkan secara transparan.
Penulis wajib memastikan bahwa:
Ilustrasi atau diagram konseptual yang dibuat dengan AI diperbolehkan dengan pengungkapan yang jelas, tetapi tidak boleh digunakan sebagai bukti dokumentasi kegiatan yang sebenarnya.
Penggunaan AI oleh Reviewer dan Editor
Editor dapat menggunakan AI untuk tugas administratif atau teknis, seperti pemeriksaan bahasa dan format, selama kerahasiaan data terjamin. Keputusan penerimaan, revisi, atau penolakan artikel tetap menjadi tanggung jawab Dewan Editor JANAKA.
Akurasi, Orisinalitas, dan Integritas Akademik
Setiap penggunaan AI wajib memperhatikan:
Pernyataan Penggunaan AI
Penulis yang menggunakan AI generatif wajib mencantumkan pernyataan penggunaan AI secara jelas.
Contoh:
Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI Disclosure Statement)
Dalam proses penyusunan artikel ini, penulis menggunakan [nama perangkat AI dan versi/model] untuk membantu [tujuan penggunaan]. Seluruh hasil penggunaan AI telah diperiksa, diverifikasi, dan disunting kembali oleh penulis. Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas keaslian, akurasi, validitas data, analisis, dan keseluruhan substansi artikel.
Jika tidak menggunakan AI generatif, penulis tidak wajib mencantumkan pernyataan tersebut.
Pemeriksaan ejaan atau tata bahasa menggunakan perangkat lunak konvensional yang tidak menghasilkan konten substantif tidak termasuk penggunaan AI generatif yang wajib diungkapkan.
Pemeriksaan dan Penegakan Kebijakan
Dewan Editor JANAKA dapat meminta penjelasan mengenai penggunaan AI, termasuk perangkat yang digunakan, tujuan penggunaan, dan proses verifikasinya.
Pelanggaran kebijakan dapat ditindak sesuai tingkat pelanggaran, antara lain:
Alat pendeteksi AI tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar penetapan pelanggaran. Keputusan harus mempertimbangkan pemeriksaan editorial, bukti yang tersedia, dan klarifikasi dari penulis.
Peninjauan dan Pembaruan Kebijakan
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen JANAKA untuk menjaga mutu publikasi dan mendorong penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Dewan Editor dapat meninjau dan memperbarui kebijakan secara berkala sesuai perkembangan teknologi, praktik publikasi ilmiah, serta pedoman etika akademik nasional dan internasional.
Kebijakan ini berlaku sejak ditetapkan oleh Dewan Editor JANAKA dan dipublikasikan pada laman jurnal.

