Wali Nikah dan Hak Waris Anak Zina dalam Hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI
DOI:
https://doi.org/10.65356/usratuna.v9i2.1100Keywords:
Anak Zina, Wali Nikah, Hak Waris, Hukum Islam, KHIAbstract
Tidak semua anak beruntung terlahir dari pernikahan yang sah. Ada yang lahir dari hubungan perzinaan yang biasa disebut sebagai anak zina, anak haram, anak jadah, anak di luar pernikahan dan sebutan lain yang bernada merendahkan. Selain itu, mereka juga kehilangan segala apa yang menjadi hak-haknya, baik Nasab, wali nikah dan hak waris. Zina adalah hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah dan dilakukan dengan sadar tanpa adanya unsur subhat. Jika hubungan kelamin terjadi karena unsur kesalahan, perbuatan tersebut tidak dapat disebut sebagai zina. Hukum menikahi pezina hamil ada dua pendapat. Pertama, membolehkan dan sah menurut. Kedua, tidak membolehkan dan tidak sah. Wali Nikah anak zina megikuti kaidah ahaq al-awliya, jika tidak ada dari Wali nasab, atau Wali dari kerabat, maka Wali hakim yang akan menjadi wali nikahnya. Semua ulama empat madzhab sepakat bahwa Anak zina tidak mempunyai hubungan nasab dengan bapaknya. Karena nasab itu mulia dan dimuliakan, sedangkan zina sesuatu yang keji dan haram, maka sesuatu yang mulia (nasab) tidak akan bisa di sebabkan karena sesuatu yang keji dan haram (zina). Dengan demikian, anak zina tidak mempunyai hak waris. Atikel ini difocuskan pada kajian Konsepsi Zina Dalam Islam, Hukum Menikahi Pezina Hamil, Wali Nikah Anak Zina, dan Hak Waris bagi Anak Zina dalam Prespektif Hukum Islam & Kompilasi Hukum Islam (KHI).
References
’Audah, Abdul Qadir, Al-Tashri’ al-Jina’iy al-Islamy, Vol. II (Beirut: Muassasat al-Risalah, 1994).
‘Abd al-Baqi, Muhammad Fu’ad, Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Qur’an al-Karim, (Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriyah, 1324 H).
Abdurrahman, Kompilasi hukum Islam, (Jakarta : grafindo, 2010).
Abu Zahrah, al-Jarimah wa al-‘Uqubah fi al-Fiqh al-Islamy (Beirut: Dar al-Fikr, tt.).
Akhmad Junaedi, “Kajian Tentang Pengakuan Anak Di Luar Perkawinan (Tanggapan Atas Tulisan Muhamad Isna Wahyudi Di Majalah Hukum Varia Peradilan, Tahun Xxv No. 296, Juli 2010. 92-95
al-Anshari, Zakariya, Asnal Mathalib, Vol. III, (Beirut, Dar Kutub Islami, 1987).
Al-Jurjany, al-Ta’rifat (Kairo: Mustafa al-Halabi, 1358 H..
al-Kalby, Ibn Juzy, Al-Qawanin al-Fiqhiyyah (Tunis: tp., tt.), 394; Wahbah al-Zuh}aily, Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh (Damaskus: Dar al-Fikr, 2008).
al-Kasany, Badai’ al-Shanai’ fi tartib al-Shara’i’, Vol. II (Kairo: al-Jamaliyyah, 1328 H.).
al-Nawawiy, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Vol. XVI, (Riyad : Madar al-Watan li al-Nashr, 2011).
al-Qurtuby, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Vol. XII (Beirut: Dar al-Kutub al-’Araby, 1387 H).
al-Shabuniy, Muhammad ‘Ali, al-Mawaris fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah fi dhau’ al-KItab wa as-Sunnah, (Beirut: ‘Alam al-Kutub, 1985).
al-Shairazy, Al-Muhadhdhab, Vol. II (Kairo: ’Isa al-Halabi, tt.).
al-Sharbasy, Ahmad, Yas’alunaka fi al-Din wa al-Hayah, Vol. IV (Beirut: Dar al-Jail, 1995).
al-Siba’iy, al-Ahwal al-Shakhsiyyah (Beirut : Dar al-Fikr,tt).
al-Syarkhasi, Al-Mabsuth, Vol. XVII, (Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Alamiyah,tt,).
al-Zuhayliy, Wahbah, al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, Vol. X, (Beirut: Dar al-Fikr, 1984).
Amin, Muhammad, Hasyiyah Ibn Abidin, Vol. 6 (Kairo : Matba’at al-Mustafa, 1966).
ash-Shiddiqie, Hasbi, Tafsir al-Qur’an al-Majid al-Nur, Vol. XV (Jakarta: Bulan Bintang, 1965).
Badran, Abu al-‘Ainain, al-Fiqh al-Muqaran fi al-Ahwal al-Shahsiyyah (Beirut: Dar al-Nahdah al-‘Arabiyyah, tt.).
ibn Hanbal, Ahmad, Musnad (Beirut: Dar al-Ma’arif, tt.).
Ibn Hazm, Al-Muhalla, Vol. XI (Mesir: al-Maktabah al-Jumhuriyyah al-’Arabiyyah, 1970).
Ibn Qudamah, al-Muqhni, Vol. VI, (Kairo: Matba’at al-Qahirah, 1969).
Ibn Qudamah, al--Syarh al-Kabir, Vol. III, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Arabi, 1972).
Ibn Rushd, Bidayat al-Mujtahid, Vol. II (Kairo: al-Maktabah al-Azhariyyah, 1975).
Sabiq, Sayid, Fiqh al-Sunnah, Vol. II, (Beirut: Dar al-Fikr, 2008).
Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Jakarta: Prenada Media, 2006).
Syatha, Abu Bakar bin Muhammad Zain al-Abidin, I’anah ath-Thalibin Syarh Fath al-Mu’in, Vol. II, (Beirut: Dar al-Kutub al-'Arabi, 1972).
Umar Said, Hukum Indonesia tentang Waris, Wasiat Hibah dan Wakaf (Ttp.: tp., tt.).






