Strategi Pendidikan Pranatal Dalam Evolusi Perkembangan Anak
Abstract
Manusia sebagai makhluk yang homo divinans/makhluk yang bertuhan juga sering disebut sebagai homo religious/ makhluk beragama. Secara evolusioner kemampuan dasar yang menjadi menyebabkan manusia menjelma menjadi makhluk bertuhan disebabkan karena di jiwa manusia terdapat instink religious yang merupakan natural liter religiosa, artinya proses perkembanganya sangat bergantung pada sebuah usaha dari seorang pendidik, sebagaimana halnya dengan peran akal budi lainya. Tanpa ada proses pendidikan instink maka anak tersebut tidak akan mampu berkembang secara maksimal. Maka pendidikan agama sangat mutlak dibutuhkan untuk mengembangkan daya instink tersebut. Analisa skeptis yang tidak mutlak, dan bisa menjadi salah satu alasan betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia secara evolusioner. Perubahan yang terjadi secara perlahan namun pasti melalui proses enkulturasi atau pewarisan nilai-nilai budaya manusia sebagai makhluk yang akan selalu melakukan perubahan baik dibidang social maupun budaya, usaha ini dilakukan agar tercapai perkembangan yang maksimal. Anak merupakan obyek utama dalam pendidikan. Begitu juga konsep tentang pendidikan prenatal adalah masa penanaman nilai-nilai keteladanan dan pembiasaan pada anak melalui perilaku orang tua. Perilaku apapun akan mudah terpantul dalam pribadi anak ketika lahir. Ini akan tercermin baik berupa perbuatan orang tua ketika anak masih didalam kandungan atau sudah lahir, juga mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Jadi orang tua harus selalu berusaha menjaga perilaku dan sikap agar tetap relevan dengan norma-norma agama, sebagai usaha untuk mendapatkan anak yang terdidik dan berkualitas baik lahir maupun batin





